Ah, tapi memang ajaib itu kereta, di saat2 genting begitu, lajunya begitu cepat terhitung hanya 2 setengah jam perjalanan tegal-semarang, yang biasanya mencapai 3 setengah jam. Itulah yang membuatku tak pernah kapok bolak balik tegal-semarang dengan Kaligung, meski terkadang mengecewakan, tetapi bagiku sendiri ini angkutan yang paling terjangkau selama yang pernah ku tumpangi. Kelas bisnisnya hanya 25 ribu saja, sedangkan kelas ekonomi favoritku, harganya sangat murah tentunya bagi kantong mahasiswa, hanya 15 ribu saja. Yang menguntungkan lagi, disaat tarif kereta lain melonjak drastis di Hari Raya, Kaligunglah penyelamat satu-satunya, angkutan yang sepanjang aku kuliah, tak pernah naik tarifnya. Wah, menyenangkan sekali... Ya, ahirnya selamat aku sampai kamar kos yang terasa begitu kurindukan, sampai di Tembalang pukul 9 malam. Selain sholat, tak ada tujuan lain selain kasur, merebahkan badan, dan terlelap.
Hehe... sebenarnya agak ragu juga mau nulis ini. Postingan ini semoga bisa menjadi koreksi bagi pihak-pihak tertentu. Ya, aku sih sudah menyaring sedemikian mungkin tulisanku ini, semoga ini ga sekedar uneg-uneg dan berujung seperti kasus yang kemarin2 marak. Aku hanya menuliskan yang sebenarnya terjadi saja. Mungkin permohonan maaf patut juga dilayangkan jika beberapa pihak merasa tersinggung dengan tulisan saya ini. Ngapurane ya pak...
Hehe... sebenarnya agak ragu juga mau nulis ini. Postingan ini semoga bisa menjadi koreksi bagi pihak-pihak tertentu. Ya, aku sih sudah menyaring sedemikian mungkin tulisanku ini, semoga ini ga sekedar uneg-uneg dan berujung seperti kasus yang kemarin2 marak. Aku hanya menuliskan yang sebenarnya terjadi saja. Mungkin permohonan maaf patut juga dilayangkan jika beberapa pihak merasa tersinggung dengan tulisan saya ini. Ngapurane ya pak...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar